Mahasiswa Trisakti Tantang Seruan Presiden Prabowo, Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Dugaan Makar

Sabtu, 6 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Demonstrasi adalah salah satu jalan rakyat berdikari menyikapi situasi politik saat ini. Jika mahasiswa tidak terbukti bersalah, maka harus dibebaskan dan dikembalikan ke orang tua mereka,” tambah Ezar.

Senada, Ketua Dewan Mahasiswa ITL Trisakti, Fakhri Rizqulloh, menegaskan bahwa aspirasi rakyat melalui unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi yang wajib dihormati. Ia menilai pendekatan represif hanya akan menutupi substansi tuntutan rakyat.

BACA JUGA...  Polres Aceh Tengah Turunkan Spanduk Saat Mimbar Bebas Digelar Mahasiswa dan Aktivis

“Harapan saya, pemerintah dapat segera mendengar dan menyikapi tuntutan rakyat dengan bijak serta penuh tanggung jawab. Unjuk rasa harus dilakukan secara damai agar tujuan perjuangan mahasiswa tidak bergeser dan suara rakyat tidak terkubur isu kericuhan,” ujar Fakhri.

Selain itu, Mahasiswa Trisakti juga meminta kepastian hukum bagi 16 mahasiswa yang hingga kini masih menyandang status tersangka di Polda Metro Jaya. Mereka menilai status hukum tersebut menggantung tanpa kejelasan meski para mahasiswa sudah bersikap koperatif.

BACA JUGA...  Presiden Tetapkan Empat Pulau Masuk Wilayah Aceh

“Saya mewakili teman-teman mahasiswa Usakti yang masih menjadi tersangka. Kami sudah menjalankan prosedur hukum dengan baik. Harapan kami, status ini segera dicabut agar kami bisa bernafas lega,” kata Ezar dengan lantang.

Gerakan mahasiswa ini menutup audiensi dengan menegaskan kembali desakan mereka: hentikan kriminalisasi, bebaskan mahasiswa, dan bentuk tim investigasi dugaan makar sebagaimana disebut Presiden.(R)

BACA JUGA...  EduArtpreneur Fest, 2025: FKIP UNAYA Dorong Mahasiswa Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB