
Demikian penjelasan Direktur Eksekutif LembAHtari; Sayed Zainal M, SH. Seperti dikutip mediaaceh.co.id. Minggu, 10 November 2024 di Aceh Tamiang. “LembAHtari mendukung penuh, upaya yang dilakukan BBTNGL sebagai upaya langkah konkret penyelesaian TNGL Sikundur Tenggulun,” tegasnya.
Sayed menyebut bahwa; Melihat keberadaan Kawasan Konservasi Sikundur Tenggulun di rambah, dijarah kegiatan ilegal logging terus berlangsung serta alih pungsi hutan menjadi perkebunan Kelapa Sawit di beberapa titik secara non legal sejak akhir tahun 2018 hingga 2024.
“Rakor inilah yang menggiring penyelesaian masalah TNGL Sikundur Tenggulun mengerucut, mendengarkan saran serta masukkan dari berbagai stakeholder dalam upaya langkah-langkah hukum. Dipastikan Rakor akan berlanjut di Aceh Tamiang, sebagai penguatan dan pengumpulan data-data lapangan,” sebut Sayed.

Apalagi itu sebutnya, kasus jual beli lahan di bawah tangan terus terjadi, dengan beberapa modus. Mengisukan seakan-akan kawasan TNGL Sikundur Tenggulun telah berubah peruntukkan pungsi menjadi Areal Penggunaan Lain (APL).




