BANDA ACEH (MA) – Lembaga Pemuda Aceh Reformasi (PAR) mendesak Pj Gubernur Aceh untuk segera mengevalusi dan mencopot jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), karena banyaknya persoalan yang terjadi di dalam rumah sakit tersebut.
Ketua Pemuda Aceh Reformasi, Farras mengatakan bahwa persoalan yang terjadi di dalam RSUZA disebabkan lemahnya kepemimpinan Direktur sebagai pemimpin tertinggi di tempat tersebut.
“Dengan adanya sejumlah laporan terkait persoalan yang sering terjadi di RSUZA sudah menjadi dasar bagi Pj Gubernur Aceh untuk mengevaluasi Pejabat tersebut,” ujar Farras.
Menurut Farras, banyaknya permasalahan di internal RSUZA disebabkan oleh Direktur yang tidak melakukan pengawasan terhadap jajaran di bawahnya, seperti adanya dugaan pekerja cleaning servis yang mengunakan obat tramadol dan diperjual belikan kepada orang lain secara illegal, Ini disebabkan oleh kelalaian Direktur dan Kepala kamar operasi.
“Masyarakat bertanya-tanya apakah Direktur lebih serius mengurus manajemen RSUZA atau justru sibuk bermain proyek,” ujarnya, mempertanyakan.
Farras mempertanyakan terkait area gedung onkologi yang sampai sekarang belum adanya pelayanan di sana, padahal gedung onkologi itu sudah lama diresmikan.





