Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar Kembali Dikukuhkan Sebagai Wali Nanggroe Aceh, Ini Pesan Usman Lamreung 

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar saat menjalani prosesi adat peusijuk dari Ketua MPU Aceh Faisal Ali usai dikukuhkan di Banda Aceh, Jum'at, (15/12)(sumber foto : ANTARA).

BANDA ACEH (MA) Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, kembali dikukuhkan sebagai Wali Nanggroe Aceh, masa jabatan 2023-2028.

Pengukuhan itu berlangsung dalam sidang paripurna istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Jum’at (15/12/2023) pagi.

Dalam pengukuhan dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan Ketua Juru Rundding Republik Indonesia, Prof. Hamid Awaluddin, juga dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki beserta pimpinan dan anggota DPRA.

BACA JUGA...  APK Satria Darmawan Caleg NasDem Bergambar Anies di Takengon di Rusak

Selamat Paduka Yang Mulia, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, kembali dilantik sebagai Wali Nanggroe Aceh yang ketiga, semoga pada periode ketiga ini, Lembaga Wali Nanggroe benar-benar menjadi lembaga penguat peradaban, pemersatu, dan perdamaian Aceh, harap Usman Lamreung, Sabtu, (16/12).

Ia menjelaskan, Lembaga Wali Nanggroe Aceh sebagai pengingat sejarah masa lalu tentu akan berbeda dengan Lembaga Wali Nanggroe masa kini, karena tujuan dari lahirnya kembali Lembaga Wali Nangroe adalah sebagai pengingat masa lalu, dan sebagai simbul pemersatu masyarakat Aceh yang begitu beragam.

BACA JUGA...  Targetkan 5000 Unit RLH Untuk Gayo Lues

Lembaga Wali Nanggroe sebagai lembaga kultural yang diformalkan, dan sudah dimandatkan sebagai penguatan peradaban Aceh dan adat, maka sudah seharusnya Lembaga Wali Nanggroe memperkuat nilai-nilai sejarah Islam, budaya, dan adat, sebagai benteng identitas Ke-Acehan. Dalam konteks masa kini, Aceh sepertinya sudah terdegrarasi budaya, adat, dan identitas, hal ini bisa dibuktikan berbagai budaya dan adat Aceh sudah tidak lagi melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh seperti sudah mulai hilangnya bahasa Aceh, Gayo, dan beberapa Bahasa suku bangsa lainnya yang ada di Aceh.