TAPAKTUAN (MA) – Banjir kiriman dan banjir bandang di Trumon Tengah, Aceh Selatan dan sekitarnya yang terjadi pekan lalu, sangat berdampak kepada anak-anak sekolah di wilayah itu.
Betapa tidak, hingga hari ini, Senin, (27/11), belum satu siswa pun yang bisa sekolah. Pasalnya, selain infrastruktur pendidikan di sana seperti gedung sekolah SD dan SMP hancur total, atau setidaknya tidak bisa lagi digunakan meskipun bangunan fisiknya masih berdiri.
Demikian juga, fasilitas pendidikan yang selama ini dimiliki siswa, kini sudah ludes di bawa arus banjir atau ditimbun sedimen lumpur.
Melihat kondisi itu, salah seorang aktifis sosial kemasyarakatan dan pendidikan di Aceh Selatan Devi Satria, mendesak pihak berkompeten untuk menangani kebutuhan siswa tersebut.
“Apalagi pekan depan, anak-akan mengikuti ujian semester,” kata Devi yang juga Dosen Politeknik itu kepada mediaaceh.co.id di Tapaktuan, Senin, (27/11).
Menurutnya, saat ini, kebutuhan anak-anak sekolah sangat diperlukan seperti pakaian seragam, sepatu sekolah dan buku-buku, baik buku tulis maupun buku pelajaran.
Setidaknya hampir 1.000 siswa baik SD, SMP dan SMA yang membutuhkan fasiltas sekolah tersebut.
Menurut mantan Ketua KNPI Aceh Selatan itu, kondisi siswa saat ini sangat labil sehingga perlu segera diupayakan untuk tetap sekolah.




