BANDA ACEH (MA) – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Perwakilan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi (Abusalam) turut berduka cita atas berpulangnya Anada Banta Syarif anak kandung Muzakir Manaf di RSUDZA, Banda Aceh, Senin (3/4/2023).
Abusalam terkejut dan bersedih atas kepulangan anak kandung Ketua DPA Partai Aceh itu,
ia menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga Mualem yang juga Panglima Tertinggi Komite Peralihan Aceh.
“Saya syok ketika mendapat berita dari grup WhatsApps bahwa anak kandung Mualem telah meninggal dunia, keinginan saya untuk pulang dan berkunjung ke rumah tertahan dengan urusan kepengurusan legalitas KPA di perwakilan negeri-negeri dan saya meminta maaf teramat sangat akan itu,” ungkap sedih Abusalam dari Australia kepada wartawan, lewat siaran persnya, Senin,(3/4/23).
Di sisi lain, Ia juga memohon dan berpesan kepada semua elemen masyarakat Aceh mulai dari Ulama, Akademisi dan semua instansi yang terlibat dalam perjuangan untuk bahu-membahu dan terus bekerja sama agar kepentingan Aceh tercapai seperti apa yang ada di MoU Helsinki.
“Dan kepada Pj Gubernur Aceh saat ini, saya meminta untuk serius menjalankan tugasnya, agar Aceh sejahtera terlepas dari kata Kemiskinan, dan cari jalan keluar untuk persoalan kepentingan Aceh, semisal persoalan hak sengketa tanah Blang Padang, jangan diam saja, hingga jadi benalu untuk Aceh,” ujarnya.
Abusalam juga berharap dan berdoa kepada Kombatan GAM selalu kompak dan mampu memberi sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat Aceh, khususnya jadi teladan untuk kaum muda dan kaum milenial Aceh, karena mereka adalah masa depan untuk Aceh.(Manyak).















