Menanggapi tudingan adanya pemaksaan kepada ASN untuk ikut iuran, Rahmatsyah menegaskan bahwa hal itu tidak benar.
“Semua iuran dilakukan dengan sukarela, tidak ada paksaan,” katanya.
Pembangunan Masjid Bertahap
Rahmatsyah juga menjawab tudingan bahwa masjid tidak pernah dibangun. Menurutnya, pada tahun 2022 masjid sudah pernah mendapat bantuan dari Dinas Perkim Aceh Tengah untuk pekerjaan plester dinding.
Sementara dana iuran yang terkumpul saat ini masih disimpan oleh panitia, karena kelanjutan pembangunan memerlukan biaya besar dan menunggu kesepakatan masyarakat serta pihak kecamatan.
“Hanya untuk pengecoran saja diperkirakan butuh Rp450 juta, sementara dana yang ada baru Rp104 juta. Karena itu kami menunggu persetujuan bersama agar penggunaannya tepat,” jelasnya.
Soal Ucapan Bernada Emosional
Rahmatsyah juga meluruskan pemberitaan terkait ucapannya yang dianggap bernada ancaman. Ia menegaskan bahwa ucapannya itu tidak ditujukan kepada wartawan, melainkan kepada narasumber yang dianggapnya memperkeruh suasana.“Saya akui memang emosi saat itu karena persoalan yang sama sudah lima kali diberitakan. Kata-kata itu saya tujukan kepada narasumber, bukan kepada awak media. Jika ada yang merasa tersinggung, saya mohon maaf,” ucapnya.




