BANDA ACEH | MA — Ketua Laskar Panglima Nanggroe (LPN), Sulaiman Manaf atau Bos Manyak, angkat suara menanggapi pernyataan anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Benny K. Harman, yang disampaikan dalam rapat DPR RI baru-baru ini.
Dalam keterangannya pada Sabtu, 15 November 2025, Sulaiman menilai ucapan Benny bukan saja keliru, tetapi juga secara tidak langsung mendorong Aceh untuk merdeka dengan menggambarkan Aceh seolah menjadi beban fiskal bagi pemerintah pusat.
Menurutnya, cara pandang Harman mencerminkan ketidaktahuan terhadap realitas pendapatan negara yang selama puluhan tahun juga ditopang oleh setoran pajak dan kekayaan alam Aceh.
“Kalau menurut Benny Aceh ini beban, ya selesai saja: lepaskan. Jadi pusat tidak perlu lagi transfer dana, dan Aceh pun tak perlu lagi membayar pajak yang selama ini mengalir ke Jakarta. Kekayaan alam Aceh juga tidak bisa lagi diambil sesuka hati oleh pusat. Kata-kata dia itu justru mendorong Aceh untuk merdeka,” tegas Sulaiman.
Ia menilai narasi yang dibawa Benny justru memperkuat kecurigaan lama rakyat Aceh terhadap pusat, terutama soal keadilan fiskal dan pembagian hasil alam. Menurutnya, komentar seperti itu berbahaya karena menyentuh urat sensitif hubungan Aceh dan Jakarta.



