Kegagalan Disbudpar Aceh: Antara Konflik dengan Pegiat Seni dan Data Wisata yang Dipertanyakan

Usman Lamreung.

Tanpa melihat data statistik sekalipun, menurut Usman, Aceh dengan segala potensi keindahan alamnya masih kalah jauh dibandingkan daerah lain dalam hal pengembangan pariwisata. Hal ini terlihat dari minimnya investasi di sektor pariwisata, rendahnya jumlah kunjungan wisatawan, serta status destinasi wisata Aceh yang belum masuk dalam kategori strategis nasional.

BACA JUGA...  Hadiri Diskusi Pengembangan Desa Wisata, Almuniza: Insyaallah, Kita Selesaikan Kendala Pelaku UMKM

Dengan merujuk pada fakta-fakta ini, Usman menyimpulkan bahwa Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bukan hanya gagal mencapai kinerja yang memuaskan, tetapi juga sangat buruk dalam hal kecerdasan sosial, terlihat dari ketidakmampuannya menjalin sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Usman menyoroti bahwa Kepala Dinas tersebut tampak tidak memiliki kompetensi dan kualifikasi yang layak untuk posisi tersebut. Ia mengingatkan publik bahwa sejak awal, jabatan ini diperoleh melalui proses yang cacat secara etika, dengan tudingan kedekatan pribadi dengan istri mantan Gubernur Nova Iriansyah, tanpa melalui mekanisme fit and proper test. Posisi tersebut didapatkan di detik-detik terakhir sebelum Nova lengser.

BACA JUGA...  Bantuan untuk Korban Kebakaran Kota Fajar Terus Berdatangan

Situasi ini menjadi preseden buruk bagi citra Pemerintah Aceh, dan semakin diperparah dengan kegaduhan yang timbul akibat ketidakmampuan Kepala Dinas dalam mengelola tugas pokok dan fungsinya. Oleh karena itu, sudah saatnya Pj. Gubernur Safrizal mencopot dan menggantinya dengan pejabat lain yang lebih kompeten.(R).