Jembatan Krueng Tamiang yang baru digunakan ini sempat menjadi perhatian publik karena merupakan penghubung jalur nasional. Selama transportasi lokal masyarakat Aceh Tamiang dan pengguna lintas timur Aceh, sangat bergantung pada jembatan lama yang sudah mampu lagi menampung padatnya kendaraan yang melintas setiap harinya. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses darat dari Aceh ke Sumatera Utara di bagian timur.
Kerusakan pada jembatan sebelumnya sempat menimbulkan kemacetan dan gangguan distribusi logistik, yang berdampak pada perekonomian lokal dan regional. Kini, dengan hadirnya jembatan baru yang kokoh dan representatif, aktivitas warga dan sektor usaha kembali berjalan normal.
Jembatan Krueng Tamiang adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan adalah prioritas pemerintah agar pembangunan di daerah melangkah terus ke depan, lebih terhubung, lebih kuat. [Syawaluddin]




