Sebab kata Wabup; jembatan Krueng Tamiang tersebut satu-satunya jalur penghubung di lintas timur Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara.
“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur fisik semata, tetapi merupakan jantung transportasi dan ekonomi bagi masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh secara keseluruhan,” ujarnya.
Terlebih konektivitas ini, merupakan jantung pacu distribusi barang, mobilitas warga, dan arus logistik tidak terganggu lagi.
Ismail mengimbau warga dan para pelintas untuk turut menjaga fasilitas publik ini agar jembatan tetap dalam kondisi prima dan awet. Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan dan perawatan rutin sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro mengatakan, pembangunan jembatan baru ini menjadi bentuk tanggung jawab dan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur dasar yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Jembatan ini menjadi prasarana transportasi baru yang melengkapi jembatan yang sudah ada sebelumnya.
Masyarakat yang hadir sangat antusias menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut. Meski demikian, lalu lintas kendaraan tidak terganggu. Suasana penuh haru dan bangga tergambar jelas dalam wajah warga yang menyaksikan langsung momen ini.




