“Transformasi kesehatan tidak dapat diwujudkan tanpa transformasi budaya kerja para insan kesehatan,” tegasnya.
Apalagi itu. Transformasi kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju, pun begitu; transformasi kesehatan harus menjangkau ke seluruh penjuru Indonesia tidak terkecuali di daerah terpencil, tertinggal, diperbatasan maupun kepulauan.
Pada momen itu, Meurah mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, yang juga merupakan dari enam pilar transformasi kesehatan yang harus ditegakkan untuk perubahan yang baik.
“Mari bersama kita koreksi diri dalam melayani kesehatan masyarakat. Berikan sedikit senyum, keramahan, dan kepedulian dalam melayani mereka. Ikat batin mereka dengan tiga hal itu. Senyum, keramahan dan kepedulian kepada pasien merupakan bagian penting dari terapi psikologis untuk kesembuhan mereka”, sebut Meurah.
Di acara peringatan HKN ke-59 tersebut, turut diberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan Kabupaten Aceh Tamiang yang berhasil meraih prestasi di tingkat Provinsi Aceh.
Di antaranya Apteker Muthia Deviana Johan, S.Farm (Apoteker Puskesmas Manyak Payed) meraih juara I Kategori Profesi Apoteker, Ns. Imran Nasmi, S.Kep (Perawat Puskesmas Kejuruan Muda) meraih juara 2 kategori Profesi Perawat), Dwi Novita, A.Md, Keb Bidan Puskesmas Kejuruan Muda dan Maulidia Hasanah, A.Md, Gz Nutrisionis Puskesmas Banda Mulia.




