Lhokseumawe, (MA) – Jajaran Polres Lhokseumawe akan melakukan mapping wilayah yang belum maksimal capaian vaksin, bahkan akan melakukan sistem door to door dengan melibatkan tokoh agama. Jumat (10/12/2021)
Hal itu disampaikan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH dalam paparannya pada kegiatan rapat koordinasi (rakor) percepatan vaksinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Aceh Utara di pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.
Rakor yang dipimpin oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib ini juga turut dihadiri Dandim 0103/Aut, Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP, Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal, Kajari Aceh Utara, Sekdakab Aceh Utara, pihak DPRK, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan dan unsur terkait lainnya.
AKBP Eko Hartanto SIK MH menjelaskan, jajaran Polres Lhokseumawe akan melakukan mapping wilayah yang belum maksimal capaian vaksinasinya di Aceh Utara yang masuk ke dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe.
“Kami juga akan melaksanakan vaksinasi door to door yang didampingi oleh tokoh agama di desa,” ujar Kapolres
Kemudian ia mengharapkan, dengan langkah ini akan mempercepat dan meningkatkan angka masyarakat di Aceh Utara yang telah ikut program vaksinasi.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib mengimbau para kepala dinas dan camat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna percepatan capaian vaksinasi.
Kemudian, bupati juga meminta meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait guna percapatan vaksinasi di kantor-kantor pemerintahan.
Berdasarkan data tanggal 7 Desember 2021 pukul 18.00 WIB sebanyak 100.033.810 orang telah menerima vaksinasi dosis 1 dan dosis 2.
Artinya, sudah 49% dari total sasaran 208,2 juta orang yang harus divaksinasi COVID-19. Selain itu, berdasarkan rangkuman dari Our World in Data pada 6 Desember 2021 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke-5 negara dengan jumlah terbanyak vaksinasi COVID-19 dosis lengkap setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Brazil.
Kemenkes telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April tahun depan.
Sedangkan untuk penyuntikan dosis pertama sudah mencakup lebih dari 143 juta warga atau 70% dari target 208,2 juta yang harus dicapai di akhir Januari tahun depan.[]
Laporan : Kontributor/Radhiah





