Di akhir pernyataannya, Kahlil menyerukan kepada masyarakat Aceh untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi money politic.
“Lawan dengan tegas. Masa depan Aceh ada di tangan kita semua,” pungkasnya.
Laporan ini menjadi sinyal kuat bahwa perang terhadap politik uang di Aceh harus segera dimulai.
Namun, apakah PPATK dan penegak hukum mampu menjawab tantangan ini?
Atau, praktik money politic akan terus menjadi lingkaran setan yang menghancurkan demokrasi Aceh? Hanya waktu yang bisa menjawab.(R)




