Karena di tanah yang pernah berdarah, bahasa adalah peluru baru; dan hanya mereka yang memahami luka yang tahu cara menahannya.
“Jangan bicara tentang pembangunan kalau lupa tentang keadilan. Jangan bicara tentang NKRI kalau melupakan luka yang membuat kita bersatu,”
[Dr. Usman Lamreung].
Catatan Redaksi : Liputan ini disusun sebagai refleksi dua dekade perdamaian Aceh, agar bangsa tak lupa bahwa perdamaian bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang antara luka dan pengampunan. [].




