Jangan Coba Jual, “Kami Mampu Membelinya”

Neta menyebut sang ‘bos teroris’ saat ini ingin menunjukan kepada publik jika pihaknya memiliki pasukan khusus. Pasukan bernama Inong Balee tersebut seperti pada halnya GAM dihabisi oleh Polri.

“Sama seperti saat pasukan GAM disisir habis oleh Polri dan TNI di era konflik Aceh, mereka mengedepankan pasukan perempuan atau inong balee,” kata Neta.

BACA JUGA...  Selamatkan Nyawa Warga Bahsorma Satgat TMMD Bangun Jembatan Baru

“Kelompok teroris sepertinya meniru apa yang dilakukan GAM, saat para teroris disisir habis oleh Polri. Kini mereka menurunkan pasukan perempuan Inong Baleh,” sambung Neta.

Pernyataan tegas pun menggelontor dari ucapan Ketua Pasukan Inong Balee Aceh, Khairunnisa; IPW “menuding” Aksi Teror dilakukan oleh Pasukan Inong Balee sayap militer kaum perempuan dari Gerakan Aceh Merdeka.

BACA JUGA...  Ketua DPW Fants Respon Counter Polri Nusantara Desak Kapolda Aceh Periksa Gudang Bantuan Banjir

“Pernyataan ketua Presidium IPW Neta S Pane, itu sudah mencederai perdamaian di Aceh. Apalagi Komite Peralihan Aceh (KPA) bersama pasukan Inong Balee-nya sudah melebur dengan partai lokal, dibawah payung hukum Partai Aceh (PA),” jelas Nisa.

Cerita heroik masa lalu konflik 32 tahun lamanya sudah berakhir, kini saatnya Inong Balee dan GAM membangun peradaban Aceh yang bermartabat dan menjunjung nilai-nilai hiatorinya.

BACA JUGA...  LembAHtari Dampingi Poktan Hutan Swakarsa Mandiri Tenggulun

Apalagi Pernyataan IPW, telah mengkaitkan teror di Mabes Polri dengan Gerakan Pasukan Inong Bale GAM. Pernyataan itu tak lebih bagian dari propaganda upaya untuk mendeskreditkan Pasukan Inong Balee dalam kondisi damai.