Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Kabid PUPR Aceh Menghindar Untuk Dikonfirmasi

Jalan Di Tengah Kota Banda Aceh Sempit, Penuh Lubang dan Tergenang Air.
example banner

 102 total views,  1 views today

Banda Aceh, (MA) Tertundanya pembangunan Jembatan Pango dan Jalan 2 Jalur T. Iskandar, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, benar-benar misteri. Jalan Provinsi yang terbentang di tangah kota Banda Aceh, makin berlubang dan sempit. Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Hasrizal Kurnia, ST, MT, menghindar untuk dikonfirmasi wartawan.

banner 325x300

Salah seorang warga Banda Aceh nama disamarkan (sebut saja Yos), merasa kesal. Hampir setiap hari terdengar mobil pengawal melintas di jalan tersebut, tidak terkecuali Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dengan mobil plat merah hilir mudik dari Ulee Kareng menuju kota. Mereka tega melihat jalan kota makin sempit dan berlubang. Ungkap Yos awal Januari 2022, di Banda Aceh.

Ketua Forum Ulee Kareng Jamal Yunus juga menyampaikan hal yang sama, jalan makin sempit tidak kunjung dilebarkan. Tanya tu Jalal (red. Jalalluddin Kadis PUPR Banda Aceh), kenapa jalan ini masih terus begini tidak dirawat. Pembebasan sepotong-potong tidak selesai ada apa, Beurawe kenapa dibebaskan cuma 7 persil. Ungkap Jamal Yunus beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Misteri Jembatan Pango, Monumen Puntong Di Perbatasan Kota Banda Aceh

Hal tersebut juga diakui oleh PUPR Kota Banda Aceh, diwakili oleh Kasubbag Umum Ikhwan. Memang ada jalan yang berlubang, di sekitar BPKP yang sempat diperbaiki oleh Jajaran Dirlantas Polda Aceh, tapi itu sudah selesai. Sedang Jalan T. Iskandar hingga Ulee Kareng itu tanggung jawab provinsi. Kata Ikhwan di ruang kerjanya, 13 Januari 2022.

Ikhwan berusaha menjelaskan, karena Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh (Jalaluddin) sudah tidak menjabat atau diganti dan belum diketahui siapa yang akan ditunjuk untuk pengganti Kadis definitif. Hal itu berkenaan dengan tudingan masyarakat, ,kenapa Jalal (red. Mantan Kadis PUPR Kota Banda Aceh) cuma membayar 7 persil saja Jalan Beurawe “ada apa”?.

Ikhwan menjelaskan lebih lanjut, memang waktu itu anggaran yang ada di dinas PUPR Provinsi (red. sekira TA. 2020) ya sebesar itu dan hanya mampu dibayar 7 persil. Kilah Ikhwan, saat itu.

Penjelasan Ikhwan memang telah mewakili PUPR Kota Banda Aceh, termasuk lubang jalan di seputar Jalan T. Iskandar (sangat tidak indah dipandang mata) semua itu tanggung jawab PUPR Aceh (Provinsi) untuk memperbaikinya karena termasuk jalan nasional.

Jalan T. Iskandar dari Beurawe hingga Ulee Kareng dalam wilayah kota Banda Aceh, penuh lubang dan rawan kecelakaan. Masyarakat sudah jenuh, dan tidak mau lagi berkomentar apalagi harus kritik “percuma”. Kata Zulfikar juga warga Banda Aceh.

Jangankan bicara masalah program proyek dua jalur, lubang saja tidak diperbaiki. Saat hujan rawan kecelakaan, air selalu tergenang dan kecipratan jika kita berpapasan lewat. Seharusnya kalau belum mampu dua jalur, ya dirawat saja cukup. Ungkapnya, di Banda Aceh pertengahan Januari 2022.

Ungkapan Zulfikar menjadi bukti bahwa, jangankan “masyarakat” , wartawan konfirmasi saja tidak diindahkan padahal publik menunggu informasi ini. Apakah jalan dua jalur T. Iskandar masih dilanjutkan atau sudah distop, dan bagaimana dengan biaya perawatan jalan yang tiap tahun dianggarkan, “dibawa kemana”?.

Hingga berita ini diturunkan, 17 Januari 2022. Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Hasrizal Kurnia, ST, MT, belum memberi klarifikasi apapun. Meski kami telah berusaha berulang kali, baik isi klarifikasi berita (terkait) yang sudah tayang dan nomor kontak kami telah disampaikan ajudannya. Tapi Hasrizal tidak menanggapinya, padahal banyak pihak membutuhkan informasi dari pejabat yang berkompeten.[]

Laporan: Abdul Manaf

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...