​Isu Reshuffle Memanas, Pakar UMY: Copot Menteri Berapor Merah Bahlil

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir.

Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir.

JAKARTA | MA — Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat dan ramai diperbincangkan publik. Sebanyak tujuh menteri diisukan akan diganti.

Diantaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala KSP Muhammad Qodari, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.

BACA JUGA...  Upah Minimum Aceh Tahun 2018 Jadi Rp 2,7 juta

Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir ikut angkat bicara terkait wacana perombakan kabinet tersebut.

Zuly menyebut, reshuffle harus dilakukan secara profesional dan berbasis kinerja, alih-alih kedekatan politik maupun relasi keluarga. Sebab meski reshuffle merupakan hak prerogatif presiden, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi serius terhadap menteri-menteri yang selama ini menuai kritik tajam dari publik.

BACA JUGA...  Pengadaan Mobil Mewah Bupati Bireuen, Akhirnya  Dicoret

“Kalau reshuffle dilakukan, mestinya yang diprioritaskan adalah menteri-menteri yang rapor kinerjanya merah atau minimal kuning. Yang banyak dikritik publik, itu indikator paling nyata,” ujar Zuly Kepada Awak Media, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, kritik yang terus berulang terhadap kementerian tertentu menunjukkan adanya persoalan struktural maupun kepemimpinan yang tidak bisa diabaikan. Jika reshuffle justru tidak menyentuh sektor-sektor bermasalah, maka dikhawatirkan publik berpotensi melihatnya sebagai langkah kosmetik.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Dinamika Politik Pilkada Aceh Semakin Dinamis dan Memanas

Berita Terkait

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB