​Isu Reshuffle Memanas, Pakar UMY: Copot Menteri Berapor Merah Bahlil

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir.

Pakar politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir.

Apalagi isu reshuffle kali ini juga diiringi perbincangan sensitif mengenai kemungkinan masuknya keluarga Presiden Prabowo ke dalam kabinet. Zuly menilai, isu tersebut wajar memunculkan pertanyaan publik terkait profesionalisme dan potensi konflik kepentingan.

Jika penunjukan dilakukan tanpa dasar profesionalisme yang kuat, maka hal itu berpotensi memunculkan persepsi nepotisme. Bahkan dan membuka ruang tumbuhnya praktik KKN baru.

BACA JUGA...  Komitmen Tanpa Batas, BPJS Kesehatan Berikan Layanan  JKN Selama Libur Lebaran

“Masuknya keluarga presiden ke kabinet pasti dipertanyakan. Kalau profesional, punya pengalaman, dan rekam jejak yang jelas, publik mungkin masih bisa menerima, kalau tidak profesional, itu tidak tepat. Bisa menumbuhkan KKN dan memperbesar kritik terhadap pemerintahan. Ini yang harus dihindari,” ungkapnya.

Zuly menambahkan, penguatan sektor energi dan lingkungan saat ini sangat dibutuhkan. Menurutnya, kementerian di sektor ini harus diisi figur yang memiliki visi jelas terhadap pengembangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

BACA JUGA...  4 Fraksi DPRA Terima Pertanggungjawaban Gubernur, KPA : Rakyat Jangan Lupa Catat dan Ingat !!

“Energi itu sektor krusial. Kita sedang menuju green energy. Kalau pejabatnya tidak punya visi ke sana, kritik akan terus muncul dan masalah lingkungan tidak akan selesai,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY itu, reshuffle seharusnya menjadi langkah korektif dan sekadar pembagian kursi kekuasaan. Presiden perlu menunjukkan bahwa kabinetnya benar-benar diisi oleh orang-orang yang kompeten dan mampu bekerja untuk kepentingan publik atau sebaliknya.

BACA JUGA...  Aceh Tengah Mulai Memanas, Zikrullah Semua Pihak Tahan Diri

Berita Terkait

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB