BIREUEN | MA – Maraknya praktik tambang ilegal dan perambahan hutan adat di berbagai kabupaten di Aceh mendapat sorotan dari Iqbal, kader Partai Gerindra Bireuen yang juga pernah maju sebagai calon legislatif DPR Aceh pada Pemilu 2024.
Dalam keterangannya, pada media lewat siaran persnya, Jumat (26/9/2025), Iqbal menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Aceh dan DPR Aceh yang dinilai tepat dalam menindak praktik tambang ilegal. Menurutnya, keberadaan tambang ilegal hanya menguntungkan kelompok tertentu, sementara rakyat Aceh masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, serta kehilangan potensi pendapatan daerah untuk pembangunan dan kesejahteraan.
“Tambang ilegal dan mafia tanah telah merusak lingkungan, menguasai tanah ulayat, serta menindas masyarakat adat. Kami mendukung pemerintah agar segera mengeluarkan regulasi jelas terkait tambang rakyat dan hak-hak masyarakat adat atas tanah ulayat,” tegasnya.
Iqbal juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Aceh, agar serius mengawasi dan menindak tegas kelompok mafia tambang dan mafia tanah yang selama ini bersembunyi di balik nama masyarakat adat. Ia menilai praktik tersebut kerap melibatkan oknum perangkat desa yang menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) tanpa sepengetahuan pemimpin adat (Imuem Mukim), untuk kemudian dijual kepada pihak tertentu.





