Laaporan | Syawaluddin
KUALASIMPANG (MA) – Aneh juga ada truck intercoller yang menggunakan jalan di komplek perkantoran Sekdakab Aceh Tamiang, Aceh. Padahal sudah ada perboden tanda tak boleh masuk melalui jalur itu.
Tetapi banyak truck Intercoller dan Dum Truck menggunakan jalan komplek perkantoran sebagai jalan alternatif. Dinas Perhubungan kabupaten setempat menutup jalur akses jalan alternatif tersebut untuk truk – truk bermuatan.
Penutupan jalan alternatif itu langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, Jumat, 27 November 2020.
“Jalan Pomplek Perkantoran Pemkab. Aceh Tamiang bukan jalan alternatif bagi para truck – truck bermuatan material. Jadi untuk itu kita tutup,” sebut Syuibun pada mediaaceh.co.id.
Menurutnya dengan banyak truck – truck bermuatan material seperti pasir, kerikil serta sawit bahkan ada juga truck Interkuler yang melintas akan berdampak pada rusaknya badan jalan tersebut.
Untuk itu sambung Syuibun pihak menghimbau kepada supir angkutan barang jenis Dam Truck untuk tidak mengunakan jalan Kompleks Perkantoran Pemerintah Aceh Tamiang sebagai jalan alternatif atau jalan lintas, dari Jalan Provinsi menuju Jalan Nasional.




