Bisnis kuliner Bubur Pedas di Medan memang sangat menjanjikan, betapa tidak, usaha Lina berkembang hingga membuka dua cabang lagi diwilayah Medan.
Selama 25 hari, Lina dan 20 orang tenaga kerjanya terus berkutat meracik Bubur pedas khas Aceh Tamiang yang sangat digemari masyarakat kota Medan.
Selama menjalankan bisnis kuliner, Lina tidak mendapat kesulitan, sebab Bubur Pedas Aceh Tamiang sudah mendapat branded dari warga kota Medan.
Dalam 25 hari kerja, Lina bisa meraup keuntungan bersih sebesar, “upsss…track record ya, tapi lumayan bisa berbagi,” katanya merasiakan. berasal dari bisnis kulinernya yang ada di Setia Budi dan Medan Fair.
Selain bisnis kuliner, Lina juga membuka salon kecantikan dibilangan Setia Budi, “Saya susah diam, kalau ndak ada aktifitas malah buntu pikiran saya,” katanya.
Hari hari Lina, penuh aktifitas, selain di Medan, dengan bisnis kulinernya, dia juga membuka rumah kecantikan di kota Kualasimpang, Aceh Tamiang.
Katanya, kalau pulang ke Simpang ndak ada aktifitas kurang abdal, sebab dia sudah biasa disibukkan dengan aktifitas.
Lina sangat pintar mengatur waktu, antara bisnis dan keluarga, mengurus rumah tangga, anak dan suami, semuanya berjalan sinergi.
Aktifitas bisnis dan keluarga dilakoninya dengan sangat enjoy. Malah Lina menambah usaha barunya, membuka demplot tanaman Hydropinic dirumahnya bilangan Kampung Sungai Liput. Aceh Tamiang.





