Dia memanfaatkan halaman rumah yang kosong, meyulapnya jadi sesuatu yang bermakna, bagi keluarga dan masyarakat.
Ternyata tanaman hydroponic itu mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia, seperti tanaman kangkung satu rumpun bisa dihargai Lina Rp.25 ribu.
Fungsinya mengatur metabolisme darah dalam tubuh dan membongkar lemak yang ada didalam perut. Lina terus mengembangkan usaha hidroponic dirumahnya.
Usaha hydroponicnya terus berkembang, banyak pesanan yang tak mampu Lina penuhi, mengingat kapasitas produksinya belum mampu memenuhi pangsa pasar.
Kegigihan dan kemampuan melihat peluang usaha tak diragukan lagi dari karakter seorang Rosmalina. Dia bertengger dipapan atas bisnis kuliner makanan khas Aceh Tamiang.
Berpolitik Kemauan Bukan Paksaan.
Rosmalina, boleh dibilang bukan orang baru di karier politik, dia sudah wara wiri selama puluhan tahun di Partai Golongan Karya (Golkar).
Di Partai berlambang pohon beringin ini, Lina memulai gaweannya untuk berpolitik praktis. Apalagi dorongan sang suami terus mensupportnya untuk berkiprah.
Itu dimulai saat masa Daerah Operasi Militer (DOM) tahun 1998, dimana sang suami, T Yusni didapuk sebagai ketua DPRD, kala itu masih Aceh Timur.





