Pada 1997, dunia kembali terkejut ketika spesies coelacanth Indonesia ditemukan di pasar ikan Sulawesi oleh pasangan peneliti Arnaz Mehta Erdmann dan Mark Erdmann.
Dari analisis DNA, diketahui bahwa spesies ini berbeda dengan yang ditemukan di Afrika, sehingga secara resmi dinamai Latimeria menadoensis oleh ahli ikan Prancis, Laurent Pouyaud.
Saat ini, coelacanth dianggap sebagai spesies rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sedangkan spesies Afrika masuk dalam kategori terancam punah.
Kedua spesies ini sekarang dilindungi oleh CITES, yang melarang perdagangan mereka.
Penemuan coelacanth di Gorontalo menambah daftar penting dalam studi evolusi ikan purba dan keberlanjutan ekosistem laut dalam.
Para ilmuwan berharap bahwa penelitian lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak tentang biologi reproduksi, kebiasaan hidup, dan konservasi spesies langka ini.
Berkat campur tangan wartawan dan para ilmuwan, ikan purba ini tidak berakhir di meja makan atau hilang begitu saja.
Penemuan ini bukan hanya menambah pengetahuan dunia, tetapi juga mengingatkan kita tentang betapa berharganya keanekaragaman hayati laut yang masih menyimpan banyak misteri. [PRONews5.com/VM].




