Huntara Selesai, Upah Belum Tuntas

Sebagian besar dari mereka merupakan korban banjir ekologis yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana.

Kesempatan bekerja dalam pembangunan Huntara menjadi salah satu harapan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi keluarga.

Sadam, salah seorang pekerja, mengaku kondisi ekonomi keluarganya hingga kini belum sepenuhnya pulih pascabencana.

BACA JUGA...  Asra Lantik Tri Kurnia Jadi Penjabat Sekda Aceh Tamiang

“Kami ini penyintas banjir. Kami bekerja untuk membantu memulihkan ekonomi keluarga. Karena itu kami berharap upah yang menjadi hak kami dapat segera dibayarkan,” katanya.

Menurut para pekerja, ketidakpastian yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat kondisi ekonomi mereka semakin berat.

KEBINGUNGAN MENCARI TEMPAT MENGADU

PERSOALAN yang berlarut-larut membuat para pekerja berusaha mencari berbagai jalur untuk memperoleh kejelasan.

BACA JUGA...  PT PEMA Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh Tamiang

Beberapa pekerja mengaku telah mencoba menghubungi pihak-pihak yang dianggap mengetahui proses pelaksanaan proyek.

Namun hingga kini mereka belum memperoleh penjelasan resmi mengenai status pembayaran tersebut.

Mereka juga mengaku menerima informasi bahwa terdapat kendala dalam proses pembayaran kepada pihak pelaksana lapangan.

Akan tetapi informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen kepada pihak terkait.

BACA JUGA...  Jembatan Harapan Pascabencana; Sinergi TNI dan Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

“Kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi. Kami hanya berharap ada penjelasan yang jelas mengenai persoalan ini,” kata Haikal.

Menurut para pekerja, yang mereka harapkan bukan hanya pembayaran, melainkan juga kepastian dan transparansi mengenai proses penyelesaian persoalan tersebut.