Pembukaan yang berlangsung dalam guyuran hujan ini menjadi catatan bersejarah. Hujan yang membasahi malam itu justru menjadi berkah, memperkuat makna syiar Islam dan semangat kebersamaan. Sosok Ayah Wa, yang berdiri teguh tanpa payung di tengah derasnya hujan, menjadi simbol keteguhan hati dan kepemimpinan yang merakyat.
Melalui MTQ ini, Aceh Utara menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga siap menjadi pelopor penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(Sayed Panton)




