
Tercatat sebanyak 851 peserta dari 27 kecamatan didampingi 54 official, ambil bagian dalam perhelatan ini. Mereka akan bertanding dalam berbagai cabang lomba, seperti Tilawah, Hifzhil Qur’an, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, dan cabang lainnya, selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 April 2025.
Dalam sambutannya, Ayah Wa menegaskan pentingnya menjadikan MTQ sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda Aceh Utara.
“Kita ingin generasi muda tumbuh menjadi insan-insan yang mencintai Al-Qur’an, menjadikannya pedoman hidup, serta mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ayah Wa.
Meski diguyur hujan, suasana pembukaan tetap berlangsung meriah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari qari nasional asal Aceh membuka rangkaian acara, diiringi syahdu Shalawat Badar yang membangun suasana religius dan haru.
Kemeriahan berlanjut dengan pengibaran bendera MTQ diiringi Himne dan Mars MTQ, disusul penekanan tombol serune oleh Bupati sebagai simbol dimulainya kompetisi. Momen itu disaksikan oleh jajaran Forkopimda, para tokoh agama, pejabat daerah, dan seluruh peserta dengan penuh antusias.




