Selain itu, dilakukan juga pelantikan Dewan Hakim yang akan menilai jalannya perlombaan. Prosesi ditandai dengan pengambilan sumpah dan pemakaian toga oleh Bupati kepada perwakilan dewan hakim.
“Keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh integritas dan keadilan para dewan hakim,” tegas Ayah Wa.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan defile kafilah dari seluruh kecamatan. Meski hujan tak kunjung reda, para peserta tetap semangat menampilkan kekompakan dalam balutan busana adat dan seragam khas masing-masing daerah. Sorak sorai dan tepuk tangan warga yang memadati sisi lapangan menambah semarak suasana.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Tarmizi (Panyang), Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, Ketua MPU Tgk. H. Abdul Manan (Abu Manan Blang Jruen), Ketua DPRK Arafat Ali, seluruh kepala SKPK, camat, serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai penjuru Aceh Utara.
Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh terhadap MTQ sebagai agenda strategis dalam membangun peradaban Islam di wilayah ini.
MTQ ke-35 bukan sekadar ajang tahunan, tetapi menjadi wujud nyata ikhtiar bersama dalam membina generasi Qur’ani yang unggul secara intelektual dan spiritual. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, MTQ hadir sebagai pilar pembinaan moral dan akhlak sejak dini.





