Anak dari Almarhum mantan Ketua Umum PPP Buya H. Ismail Hasan Metareum itu mengatakan Aceh memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa, dan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar dimana akan mencapai bonus demografi menuju indonesia emas pada 2045.
“Maka dari itulah jangan salah pilih pemimpin. Ganjar-Mahfud tahu apa saja permasalahan bagi Indonesia, seperti sulitnya mencari lapangan kerja, masalah kebutuhan pangan yang gampang naik, lalu masalah hukum dan keadilan,” beber Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam.
Ia menganggap, oknum partai yang mendukung pasangan calon presiden lain sebagai penyelundup.
Karena hal ini, katanya, sudah menjadi keputusan PPP yang menyatakan keputusan mendukung Ganjar-Mahfud telah ditetapkan secara kolektif kolegial melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) V PPP yang dikuti oleh DPP dan seluruh Pimpinan Wilayah PPP se-Indonesia di Yogyakarta. Karena itu, seluruh kader wajib menaatinya.
Jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan PPP mendukung paslon lain berarti itu merupakan kader selundupan yang tidak paham AD/ART dan Peraturan Organisasi.
“Adapun paslon yang menerima barang selundupan berarti tidak mematuhi standar etika politik dan ini bagian dari upaya politik pecah belah,” tutupnya.(R).
Halaman : 1 2















