oleh

Hadang Informasi Hoaks, Pemkab Gelar Rapat Vaksinasi Aman

“Apalagi, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa Vaksin Sinovac, halal dan aman digunakan. Berita dan informasi yang berkembang selama ini adalah bohong (hoaks), jadi tidak benar berita dan informasi itu,” tegasnya.

 

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (MA) – Bupati Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. H. Mursil, SH. Mkn, menegaskan, untuk menghadang berita dan informasi hoaks tentang bahaya efek vaksinasi, pemerintah lakukan rapat koordinasi terkait vaksinasi aman.

Begitu penegasan Bupati Mursil, terkait penyebaran berita dan informasi hoak, tentang bahayanya vaksinasi, pada mediaaceh.co.id, Sabtu, 30 Januari 2021. Di Karang Baru.

“Apalagi, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa Vaksin Sinovac, halal dan aman digunakan. Berita dan informasi yang berkembang selama ini adalah bohong (hoaks), jadi tidak benar berita dan informasi itu,” tegasnya.

Plt Sekdakab Aceh Tamiang, Abdullah, SE. Sedang memimpin rapat koordinasi Vaksinasi Aman.

Demi mensukseskan pelaksanaannya, kebijakan Pemerintah Pusat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Vaksin Covid-19.

Rapat dipandu oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Drs. Abdullah. Ia mengatakan, rapat ini membahas persiapan yang harus dilakukan guna mensukseskan program upaya pencegahan Covid-19 melalui vaksinasi termasuk dukungan anggaran dari semua pihak yang terlibat.

“Sesuai rencana, vaksinasi tahap awal diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes), dan vaksinasi secara simbolis akan dilakukan pertama kalinya kepada Bupati, Forkopimda, termasuk Kepala Dinas Kesehatan,” ujar Abdullah.

Rapat koordinasi itu, untuk mengetahui kesiapan dari Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang Ibnu Aziz, SKM mengungkapkan kesiapan terhadap pelaksanaan vaksinasi sudah diangka 70 sampai 80 persen.

“Sebanyak 96 tenaga kesehatan sudah dilatih langsung di provinsi. Sebagai informasi, Vaksin akan tiba di Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 15 Februari 2021. Oleh karena itu, segala persiapan seperti Pengamanan dari unsur TNI dan Polri dan petugas, sudah kita siapkan. Batasan umur yang akan divaksin dari 18 sampai dengan 59 tahun,” terangnya menyatakan kesiapan.

Selanjutnya, jalannya rapat diambil alih oleh Dr. Catur Hariyati selaku Staf Ahli. Ia menyampaikan, dalam rapat ini bersama-sama berfokus mencari solusi terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang dinilai oleh masyarakat, bahwa vaksin ini sangat berbahaya.

Membenarkan hal tersebut, Zulfiqar, SP yang saat ini ditugaskan menjabat sebagai Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan turut menyampaikan isu keresahan ditengah masyarakat tentang vaksinasi Covid-19. Zulfiqar mengungkapkan, masyarakat tidak sepenuhnya percaya dan menganggap vaksin tersebut berbahaya sehingga menyebabkan mereka takut untuk divaksin.

Untuk mensuksekan vaksinasi ini, perlu dilakukan pendekatan-pendekatan persuasif, namun terlebih dahulu sosialisasi mengenai hal ini harus sampai terlebih dahulu ke masyarakat sampai ke level terbawah.

Dan itu harus dikampanyekan, perlunya dibentuk kader-kader pada setiap wilayah agar informasi seputar Vaksinasi Covid-19 sampai. Kader-kader inilah yang nantinya menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mensukseskan program ini dengan harapan dapat mencegah dan memberikan ketahanan imun bagi masyarakat sehingga terbebas dari Covid-19.

Syamsul Rizal, S. Ag turut menambahkan, selaku Kepala Dinas Syari’at Islam, Ia meminta dan berharap agar masyarakat jangan takut dan jangan mendengar berita-berita hoax tentang Vaksin Sinovac.
“Fatwa MUI telah menyatakan Vaksin Sinovac halal dan telah teruji dari BPOM,”ujarnya.

Sebelum menutup pertemuan, Dr. Catur Hariyati menegaskan bahwa Dinas Kesehatan harus menyiapkan SOP dan strategi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengerti dan paham akan pentingnya vaksin ini.
“Tahap awal ini memang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, namun akan ada tahap kedua dan selanjutnya, sehingga seiring dengan pelaksaan tahap pertama alangkah baiknya, memberikan sosialisasi ke masyarakat sehingga pelaksanaan selanjutnya dapat berjalan lebih efektif,” ujar nya sebelum menutup rapat.

Selain Sekda, hadir dalam Rakor ini Direktur RSUD, Inspektur Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Syari’at Islam, Ketua MPU, Ketua MAA, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kepala BPBD, Sekretaris Bappeda, Kabid Anggaran BPKD, serta Kasie DPMKPPKB. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..