Haa…!!! Moto Merepet, Apa Itu?

  • Bagikan

 33 total views,  1 views today

Haa…!!! Moto Merepet, Apa Itu?

KUALASIMPANG (MA) – Haa…!!! Moto Merepet, Apa Itu?. Hanya satu program yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Untuk mengoptimalisasikan pelayanan pada masyarakat.

Agaknya, taklah berlebihan rasanya, jika program inovasi itu ingin mereduksi dan merubah paradiqma lama terhadap hal-hal bersifat negatif kearah positif.

Program Moto [Merepet] yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tamiang berkonotasi ‘MEmbeRikan Edukasi PElayanan dan Tertib’ bagi masyarakat.

 

Jadi Moto Merepet adalah MEmbeRikan Edukasi PElayanan dan Tertib, kunci mengoptimasi pelayanan pada masyarakat serta mendukung Kabupaten Aceh Tamiang bersih, rapi, estetis dan hijau.

Program ini di lounching langsung oleh Bupati Mursil, SH, M.Kn dan Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin, ST di serambi depan Kantor Bupati pada Senin, 13 September 2021.

Moto Merepet adalah sebuah program yang mengkombinasikan edukasi, persuasi dan instruksi yang menggunakan suara dan lagu-lagu sederhana sebagai kekuatan dalam mengubah mindset masyarakat.

Moto Merepet itu sendiri bertujuan mengatasi permasalahan sampah di kawasan Perkotaan Kabupaten Aceh Tamiang. Sedangkan MOTO sendiri berasal dari bahasa melayu “moto” yang berarti mobil/kendaraan yang bergerak.

Inovasi tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari pimpinan daerah. Bupati Mursil. Dia mengatakan; inovasi tersebut sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat agar tertib dalam membuang sampah.

“Mengedukasi masyarakat agar tertib membuang sampah dengan cara yang unik saya pikir sangat kreatif. Sangat sulit membiasakan orang untuk membuang sampah pada tempatnya, perlu waktu untuk membuat kebiasaan seperti itu,” tutur Mursil pada mediaaceh.co.id. Di Karang Baru.

Bupati meminta kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan supaya terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dari seluruh warga Aceh Tamiang.

“Kualasimpang harus tampil beda! Oleh karenanya, kegiatan ini harus terus berlanjut, sebab ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mendisiplinkan dalam membuang sampah di waktu tertentu”, ujarnya lagi.

Wabup Insyafuddin yang ikut membersamai Bupati juga mengatakan bahwa Moto Merepet menjadi cikal bakal untuk kegiatan bersih-bersih, terutama memberikan citra kota yang baik. Terlebih bila mengingat lokasi kabupaten yang berada di daerah Perbatasan Provinsi Sumatera Utara – Aceh menjadi cerminan bagi Provinsi Aceh.

“Mari kita mulai semangat dan jangan patah semangat terus lakukan tugas dengan baik. Kerja di bidang kebersihan ini adalah ibadah, sebab kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Melalui inovasi ini kita dapat memberikan edukasi masyarakat Kota Kualasimpang dan Karang Baru mulai hidup bersih dengan tidak ada sampah yang berserakan”, tutur Wabup.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Surya Luthfi mengatakan, program ini bertujuan mendorong masyarakat yang belum tertib membuang sampah dan tidak mengindahkan himbauan melalui tulisan (spanduk) supaya bisa tertib dan disiplin.

“Kami berpikir bagaimana caranya mengubah pola pikir masyarakat untuk disiplin dalam membuang sampah dengan sebuah edukasi yang menarik. Melalui pelayanan sampah keliling dan mengedukasi dengan menggunakan lagu dan sebuah panggilan, kami rasa ini akan mengubah hal tersebut secara perlahan. Sebab kebanyakan dari masyarakat kita akan lebih cepat memahami sebuah pesan yang diperoleh dari suara/lagu”, ungkap Surya.

Nantinya motor kebersihan ini akan menyisir Jalan Juanda sampai Pusat Kota Kualasimpang sebanyak empat kali dalam sehari dengan jadwal pengangkutan Pagi pukul 07.00 WIB, Siang 12.00 WIB, Sore 16.00 WIB dan Malam 19.00 WIB.

Dihimbau kepada masyarakat untuk meletakkan sampah dalam keadaan terbungkus rapi di tempatnya. Sebab keberhasilan dari program ini membutuhkan kerjasama dari seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.

Turut menyaksikan peluncuran Program “Moto Merepet”, Asisten Pemerintahan Aceh Tamiang, Amiruddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Muthalib, Kabag Umum, T. Surya Sutisna, Kabag Humas, Azwanil Fakhri, serta insan pers. [Syawaluddin].

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...