Inovasi tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari pimpinan daerah. Bupati Mursil. Dia mengatakan; inovasi tersebut sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat agar tertib dalam membuang sampah.
“Mengedukasi masyarakat agar tertib membuang sampah dengan cara yang unik saya pikir sangat kreatif. Sangat sulit membiasakan orang untuk membuang sampah pada tempatnya, perlu waktu untuk membuat kebiasaan seperti itu,” tutur Mursil pada mediaaceh.co.id. Di Karang Baru.
Bupati meminta kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan supaya terbangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dari seluruh warga Aceh Tamiang.
“Kualasimpang harus tampil beda! Oleh karenanya, kegiatan ini harus terus berlanjut, sebab ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mendisiplinkan dalam membuang sampah di waktu tertentu”, ujarnya lagi.
Wabup Insyafuddin yang ikut membersamai Bupati juga mengatakan bahwa Moto Merepet menjadi cikal bakal untuk kegiatan bersih-bersih, terutama memberikan citra kota yang baik. Terlebih bila mengingat lokasi kabupaten yang berada di daerah Perbatasan Provinsi Sumatera Utara – Aceh menjadi cerminan bagi Provinsi Aceh.
“Mari kita mulai semangat dan jangan patah semangat terus lakukan tugas dengan baik. Kerja di bidang kebersihan ini adalah ibadah, sebab kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Melalui inovasi ini kita dapat memberikan edukasi masyarakat Kota Kualasimpang dan Karang Baru mulai hidup bersih dengan tidak ada sampah yang berserakan”, tutur Wabup.




