Usman juga mencurigai adanya pembiaran untuk tidak diselesaikan sehingga sampai saat ini belum ada Ketua Definitif dan melemahkan MAA. Hal ini terlihat dari gagalnya proses musyawarah pengganti ketua selama empat periode pemerintahan gubernur Aceh, mulai dari masa Nova Iriansyah, kemudian Pj. Gubernur Ahmad Marzuki, Pj. Gubernur Bustami Hamzah, hingga Pj. Gubernur Safrizal ZA. Hingga kini, langkah tegas terkait MAA masih ditunggu, ungkap Usman Lamreung.(R)
Gubernur Aceh Engan Tangani Kekosongan Ketua MAA




