Bireuen, (MA) – Group Meurukon Jeumpa Aceh asal Gampong Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Bireuen berhasil meraih juara I harapan, di acara festival adat dan kebudayaan Aceh, kata Sekdes gampong Alue Gandai Afrizal,SE pada media ini, Rabu, (30/3/2022).
“Ini berkat usaha dan doa serta kerjasama semua pihak, mulai unsur Muspika Peudada, para Pembina Group Meurukon Jeumpa Aceh,”ujar Afrizal.
Ia menyebutkan, untuk bisa tampil semaksimal mungkin,” kita lakukan latihan siang dan malam, alhamdulillah grup meurukon Jempa Aceh bisa meraih juara I harapan pada event Festival Kebudayaan Meurukon Aceh, yang dilaksanakan oleh Disbudpar Aceh beberapa hari lalu di Hotel Fajar Bireuen.
Afrizal yang mewakili Pemerintah Gampong Alue Gandai, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya Camat Peudada Mohd Yoesoef, “selama ini telah memberikan kami support dengan memberikan kesempatan dan kepercayaan, agar Tim Meurukon Jeumpa Aceh Alue Gandai, bisa untuk ikut lomba pada kompetisi Meurukon yang mewakili kecamatan Peudada,” ungkapnya.
“Fauzan Andepa, Babinsa dari Koramil 04 Peudada, Serka Yana Maryana setiap hari kerja selalu mendampingi kami, mulai awal event seni kebudayaan itu dimulai dan dibuka, hingga selesainya pertandingannya, sampai pada akhir dari kompetisi pengumuman memperoleh juara dan pembagian Tropi Hadiah kepada Group Meurukon Jeumpa Aceh,” ucap Afrizal.
Pihaknya dari Pemerintah Gampong Alue Gandai mengucapkan terimakasih yang sangat istimewa kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen selaku Panitia pelaksana, juga kepada seluruh dewan juri sudah bekerja keras dengan sangat baik saat menjalankan tugasnya pada event adat kebudayaan Aceh dalam menilai semua Tim Group Meurukon mana saja, berhak dan layak menjadi sang juara harapan umum 1 tingkat Provinsi Aceh ini.
Selanjutnya terimakasih juga kepada Syech dan anggota Tim Meurukon yang telah berjuang dan berhasil mengharumkan nama Gampong Alue Gandai, di event Lomba Meurukon di Kabupaten Bireuen, sehingga kedepan bisa terus berkiprah dalam meningkatkan kemampuan lagi untuk mengikutinya pada event event perlombaan lainnya pada tahun tahun mendatang.
“Dengan harapan kedepannya bisa mendapatkan juara kembali, begitu juga kepada seluruh masyarakat gampong kami yang telah mendukung secara langsung maupun secara tidak langsung,” ujarnya.
Afrizal juga meminta kepada Pemerintah Aceh, agar pelestarian event Adat Istiadat dan Budaya Aceh kedepannya bisa terus dilestarikan untuk ditingkatkan diberbagai event lokal Aceh kepada generasi anak anak muda Aceh, supaya kedepannya mereka bisa mengenalnya untuk diwariskan secara utuh kepada generasi anak cucu Bangsa Aceh.
“Kekayaan Adat dan Kebudayaan Aceh ini bisa dilestarikan kepada kalangan lintas generasi rakyat Aceh, meskipun ditengah berkembangnya ilmu teknologi yang pesat, sehingga tidak menenggelamkan Adat dan Budaya Aceh ini terkikis oleh pengaruh global, akibat perkembangan zaman di era digitalisasi, karena kekayaan Aceh dengan keanekaragaman Adat dan Budaya merupakan suatu Anugerah dari Allah SWT. Perlu kita jaga secara bersama dan merawatnya yang merupakan tradisi yang sudah tertanam dalam tantanan adat istiadat dan kebudayaan rakyat Aceh puluhan abad yang lalu,” harap Afrizal yang sering disebut Pak Deh ini.
Ia menyebutkan, sejarah masa Kerajaan Aceh Darussalam, “Meurukon hingga sekarang masih utuh kita lestarikan ditengah kehidupan rakyat Aceh pada berbagai event adat budaya lokal Aceh, Meurukon adalah salah satu pentas Adat dan Kebudayaan bagi Rakyat Aceh,” ucapnya Afrizal
Selain itu menurut Afrizal Meurukon adalah pentas seni budaya atau icon hiburan bagi rakyat Aceh, yang sudah tertanam ditengah kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara berdasarkan kultur sosial masih eksis dilestarikan dalam tatanan masyarakat Aceh hingga sekarang,”pungkas Afrizal Sekdes Gampong Alue Gandai.[]
Laporan : Iqbal




