“Proses mendapatkan kekhususan ini tentu bukan tanpa alasan, Aceh telah menempuh Sejarah yang Panjang agar pelaksanaan syariat bisa dilaksanakan di ‘Tanoh Aulia’ ini, tujuan orang tua kita terdahulu agar kaum muda lintas zaman paham dan menjaga nilai-nilai islam baik secara berkehidupan sosial maupun dalam penerapan hukum-hukum adat,” jelas Abdul Majid.
Dirinya yakin semua yang di dalam sana paham apa itu malam Nisfu Sya’ban, Jangan sampai dengan sikap Pihak penyelenggara HUT PT. PIM memaksakan gelaran konser musik ini seakan meremehkan nila-nilai beragama di Tengah Masyarakat, akhirnya pihaknya menyimpulkannya bermacam-macam, tambahnya.
Tu Majid juga meminta Erick Thohir, Menteri BUMN mengevaluasi dan mencopot Pimpinan di PT. PIM agar diganti Individu yang paham tentang pentingnya kearifan lokal Masyarakat.
Karena menurutnya lagi, jika pimpinan di Perusahaan BUMN tidak paham kearifan di masyarakat yang bersuku, beragama dan berbudaya. Maka akan sulit dalam menciptakan suasana Harmonis, tidak adaptif apalagi Kolaboratif sebagaimana tuntunan AKHLAK-nya BUMN.
Tu Majid juga mengungkapkan bahwa Pihak GP Ansor Aceh Utara tidak ada masalah dengan peringatan hari Ulang Tahun (HUT) suatu Perusahaan atau Lembaga. Apalagi jika dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama, budaya dan kearifan Lokal.




