Alih-alih HDR berucap, ingin membekukan usaha Joyday tersebut. Dari perkataan HDR itu, jelas sekali terindikasi menolak investasi asing hadir di Aceh Tamiang.
“Ini kan, kita mau hitung-hitungan laba rugi dari penjualan, bukan mau menutup usaha ini. Apalagi menolak Joyday. Sama dengan menolak investasi asing hadir di Aceh Tamiang,” jabar Hartanta.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id –Perusahaan jajanan ice cream bermerek dagang Joyday produksi Kangy Food Trading (KFT), lakukan invasi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, untuk mengembangkan sayap usahanya ke tanah Bumi Muda Sedia.
Yang didapat bukan keuntungan, malah kerugian mencapai Rp400 juta rupiah dari penjualan Ice Cream Joyday. Berujung HDR dilapor ke Polres setempat oleh manajemen PT. KFT.
Apalagi itu, Kangi Food Trade yang memproduksi Ice Cream Joyday di Indonesia melanjutkan usahanya wilayah timur provinsi Aceh.
Penjualan Ice Cream Joyday per minggunya di Aceh Tamiang terbilang sangat signifikan bisa mencapai 10 boks dalam satu toko pengecer dan atau setara dengan 500 pcs.
Sebanyak 700 frezer yang disebarkan ke toko-toko pengecer di wilayah Aceh Tamiang. Sedangkan total penjualan selama satu minggu yakni 350 ribu pcs.
Demikian dijelaskan Hartanta Sembiring, SH. SpN dan Viski Umar Hajir Nasution, SH. MH. juru bicara sekaligus Lawyer Ice Cream Joy Day didampingi Manajernya Desi Natalia seperti dikutip mediaaceh.co.id. Senin, 23 Oktober 2023 di Karang Baru.




