TAKENGON | MA – Ratusan warga dari Kampung Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Kamis (15/5/2025). Aksi ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap dugaan kasus asusila yang melibatkan Reje (kepala desa) kampung tersebut.
Warga melakukan konvoi menggunakan puluhan kendaraan roda empat dan roda dua, menempuh perjalanan sejauh sekitar 25 kilometer dari Kampung Serule menuju pusat kota Takengon. Mereka menuntut agar DPRK segera mengambil sikap tegas terhadap dugaan pelanggaran moral yang dilakukan oleh pemimpin kampung mereka.
Menurut warga, kasus ini sudah cukup lama bergulir namun tidak mendapat respons memadai dari aparatur kampung maupun pihak kecamatan. Masyarakat merasa aparat cenderung mengabaikan laporan mereka, sehingga akhirnya memilih turun ke jalan sebagai bentuk protes terbuka.
Sesampainya di gedung DPRK, aparat keamanan dari kepolisian Aceh Tengah, Satpol PP, dan Wilayatul Hisbah (WH) telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi anarkis. Meski demikian, aksi berlangsung damai dan tertib.
Sementara itu, di ruang kerja Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah, Susilawati, digelar pertemuan terbatas guna merespons aksi tersebut. Hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRK Firiana Mugie, Susilawati, Agustina, Fahrizal Kasir, Nove Alfrizan, serta sejumlah anggota dewan lainnya.



