TAKENGON ( MA) – Asisten I Sekdakab Aceh Tengah, Mursyid, menyangkan aksi pemblokiran akses jalan truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Uwer Tetami, Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara.
Pemblokiran jalan tersebut diduga gara-gara warga yang meminta adanya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Terkait Pilkades di Kampung Mulie Jadi, kata Mursyid, saat ini pihaknya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Tengah sedang berkoordinasi dengan provinsi.
“Iya DPMK sedang berkoordinasi dengan provinsi, untuk itu setiap kepala desa yang habis masa jabatannya atau maju sebagai caleg maka ditunjuk Plh atau Bedel (pejabat reje kampung untuk masa waktu tertentu),” kata Mursyid, Minggu (29/10) saat dikonfirmasi wartawan.
Mursyid berharap, masyarakat Mulie Jadi dapat memahami regulasi tentang Pilkades, dan membuka akses jalan para petugas kebersihan untuk melakukan tugasnya.
“Kita berharap tidak dikaitkan Pilkades dengan TPA, sehingga membuat ratusan ton sampah numpuk di TPS Paya Ilang,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Forum Gayo Bersatu (Forgab) Aceh Tengah, Andy Nosar, menyangkan persoalan Pilkades dikaitkan dengan TPA yang berdampak menumpuknya sampah di TPS Paya Ilang Takengon.




