TAKENGON (MA) – Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Aceh Tengah, menonaktifkan sebanyak 28 dosen dalam rangka rasionalisasi tenaga kependidikan (tindik). Selain mereka 4 orang staf di fakultas juga turut diberhentikan untuk sementara.
Rektor Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Elliyin mengatakan, saat ini mahasiswa yang aktif di UGP Takengon hanya 700 orang, sedangkan mahasiswa baru tahun ini hanya 60, sementara dosen berjumlah 87 orang.
“Pihak yayasan melakukan rasionalisasi dalam waktu sementara, sehingga dinonaktifkan 28 dosen dan juga sejumlah staf,” kata Elliyin, Rabu (11/10) saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, para dosen yang dinonaktifkan tersebut adalah kewenangan pihak yayasan sebagai pemilik dan badan penyelenggara UGP.
“Ada kemungkinan kurangnya mahasiswa baru yang mendaftar ke UGP, karena ada keributan-keributan di DPRK Aceh Tengah pada saat penerimaan mahasiswa baru waktu itu, “ujarnya.
Salah seorang dosen yang dinonaktifkan, Syahidin, mengaku kecewa dengan keputusan yayasan tersebut. Sebab, mereka sudah mengabdi di kampus kebanggaan masyarakat Aceh Tengah itu puluhan tahun.
“Saya merasa kesal dengan keputusan pihak Yayasan UGP menonaktifkan sejumlah dosen termasuk saya yang telah mengabdi lama,”katanya.





