“Kami langsung menggelar perlombaan hari ini, meskipun pembukaan secara resmi baru dilaksanakan besok. Hal ini dikarenakan banyaknya agenda lain yang juga diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, pantauan wartawan di arena pacuan kuda pada hari pertama menunjukkan suasana masih relatif sepi dari pengunjung. Namun, panitia optimis jumlah penonton akan meningkat seiring berjalannya perlombaan, terutama setelah acara pembukaan resmi berlangsung.
Pacuan kuda tradisional ini merupakan salah satu tradisi turun-temurun masyarakat Gayo yang terus dilestarikan. Selain menjadi ajang hiburan rakyat, pacuan kuda juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat setempat, serta menarik minat wisatawan untuk datang ke Takengon.
Even ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, serta semakin memperkuat eksistensi pacuan kuda tradisional Gayo sebagai salah satu warisan budaya yang patut dijaga. (AR)




