“Sampah bisa diolah dan bernilai. Melalui Bank Sampah, kita ingin menggerakkan ekonomi sirkular di masyarakat. Sampah plastik, kardus, dan bahan anorganik lainnya bisa ditukar menjadi uang. Ini bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga membantu perekonomian warga,” jelas Saifullah.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Langkah DLHK Aceh Utara menambah empat unit truk pengangkut sampah merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan Aceh Utara yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Bupati Ayah Wa menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada penambahan armada semata. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan komunitas masyarakat.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab DLHK, tetapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah akan terus mendukung dengan fasilitas dan program, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesadaran dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya menegaskan.
Dengan bertambahnya empat unit truk baru, kini DLHK Aceh Utara memiliki total 18 unit armada pengangkut sampah yang siap melayani seluruh kecamatan. Harapannya, langkah ini akan mempercepat proses pengangkutan, mengurangi penumpukan sampah di jalan-jalan dan pasar, serta menjadikan Aceh Utara semakin bersih, asri, dan layak huni.




