Sehingga, sedikitnya menimbulkan spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Ada yang mengaitkan dengan dugaan lemahnya pengamanan yang dilakukan pihak PN dan sebagian lagi menduga ruang tahanan itu tidak memenuhi standar.
Selain itu, diduga adanya sistem pengamanan yang sangat lemah dari petugas baik pengamanan dari dalam maupun dari luar.
Pantauan di lokasi, ruang tahanan yang berderet di gang antara bangunan induk Gedung PN Tapaktuan itu terlihat tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan sebagaimana mestinya. Dalam ruang tahanan terdapat kamar mandi (toilet) yang diduga memudahkan tahanan memanjat ke plafon yang diduga tidak menggunakan besi pengaman.
Kondisi ruang tahanan itu, juga dinilai petugas Polres Asel kurang memenuhi syarat termasuk ketinggian loteng (plafon) terlalu rendah.
“Coba Abang lihat, kamar tahanan tidak layak, plafonnya rendah dengan bahan triplek,” kata seorang petugas kepolisian yang tidak disebutkan namanya.
Humas PN/Panitera PN Tapaktuan belum dapat dihubungi untuk mendapatkan klarifikasi hingga berita ini dikirim ke redaksi.(Maslow Kluet).




