
Menurut Armia, tahun ini memulai pembangunan dengan pengetatan anggaran bertajuk efisiensi APBN dan APBD sesuai instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025.
Efisiensi anggaran mewajibkan daerah menunda sejumlah kegiatan pembangunan yang telah di rencanakan dan disepakati bersama sebagaimana tertuang dalam Qanun APBK tahun anggaran 2025, namun demikian kebijakan ini tidak menghilangkan kegiatan utama pembangunan.
Dalam pidatonya, Armia menegaskan; pada forum tetap menjadi komitmen untuk melaksanakan janji-janji politik yang tertuang pada visi pembangunan Aceh Tamiang madani, sejahtera dan berkelanjutan yang dijabarkan dalam 6 misi, 17 program prioritas dan 8 program hasil terbaik.
Namun demikian, ungkap Armia Fahmi tentu mesti menyesuaikan dan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Aceh Tamiang dan Perjalanan Panjang Menuju Sukses
Di usia ke 23 tahun, Kabupaten Aceh Tamiang bukan lagi sekadar angka di atas kertas sejarah.
Adalah perjalanan panjang, penuh tantangan, tapi juga kaya harapan. Tepat pada 10 April 2025, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menandai momen penting ini dengan sejumlah agenda yang menggugah semangat kebersamaan.




