Dan, peran kontrol pihak sekolah terkait jajanan makanan di sekolah juga sangat penting.
Diseminasi itu juga menghadirkan Tim Pakar dr. Nelly M. Ked (Ped) S.PA, yang menerangkan bahwa, stunting merupakan pertumbuhan badan secara linier yang terhambat atau terhenti.
Selain itu, terdapat pada anak dengan kelebihan berat badan over weight, sedangkan ukuran pendek bagi semua anak bukan otomatis disebabkan oleh stunting, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan pertumbuhan badan secara alamiah.
Sebagaimana diketahui, dampak stunting secara jangka pendek yakni daya tahan yang kurang; menyebabkan kematian; gizi kronis; dan, perkembangan otak terganggu..
Untuk jangka panjangnya yakni akan sulit diperbaiki pertumbuhan secara fisik dan psikis sehingga sukar dikembalikan secara normal.
“Akibatnya, akan berpengaruh kepada sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yeng akan menghadapi Indonesia Emas,” Nelly.
Secara umum kasus stunting disebabkan antara lain, kompetisi makanan di keluarga; air bersih, higienis, sanitasi, polusi, kesehatan preventif dan kuratif pemberian ASI (air susu ibu) dan MPASI tidak tepat serta infeksi penyakit.
Peran nutrisi untuk 1.000 hari pertama kehidupan hingga dua tahun, yang merupakan usia golden age yaitu, penekanan makanan yang bergizi secara tepat waktu, aman (gizi/pengolahan yang tidak tepat), kualitas MPASI diberikan secara benar dan berimbang.




