Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Semester II Aceh Selatan tahun 2024

Para peserta diseminasi audit hasil evaluasi penanganan stunting yang dilaksanakan di Ruang Data Setdakab Aceh Selatan, Kamis, (3/10).(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Dan,  peran kontrol pihak sekolah terkait jajanan makanan di sekolah juga sangat penting.

Diseminasi itu juga menghadirkan Tim Pakar dr. Nelly M. Ked (Ped) S.PA, yang  menerangkan bahwa, stunting merupakan pertumbuhan badan secara  linier yang terhambat atau terhenti.

Selain itu, terdapat pada anak dengan kelebihan berat badan over weight, sedangkan ukuran pendek bagi semua anak bukan otomatis  disebabkan oleh stunting, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan pertumbuhan badan secara alamiah.

BACA JUGA...  Aceh Selatan dan Blunder Anggaran, Baru Menjabat, Sudah  Gaduh

Sebagaimana diketahui, dampak stunting secara jangka pendek yakni  daya tahan yang  kurang; menyebabkan kematian; gizi kronis; dan,  perkembangan otak terganggu..

Untuk jangka panjangnya yakni  akan sulit diperbaiki pertumbuhan secara fisik dan psikis sehingga sukar  dikembalikan secara normal.

“Akibatnya, akan berpengaruh kepada sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yeng akan menghadapi Indonesia Emas,” Nelly.

BACA JUGA...  Berbagi Rezeki Ramadhan, Kapolsek Kluet Utara "Sayangi"  Lansia 

Secara umum kasus stunting disebabkan  antara lain, kompetisi makanan di keluarga; air bersih,  higienis, sanitasi, polusi, kesehatan preventif dan kuratif pemberian ASI (air susu ibu) dan MPASI tidak tepat serta infeksi penyakit.

Peran nutrisi untuk 1.000 hari pertama kehidupan hingga dua tahun, yang merupakan usia golden age yaitu,  penekanan makanan yang bergizi secara tepat waktu, aman (gizi/pengolahan yang tidak tepat),  kualitas MPASI diberikan secara benar dan berimbang.