“Cagar Budaya yang sudah berubah dan atau berbeda bentuk dari aslinya, akan ditinjau melalui prosedur ilmiah (sejarah dan arkeolog), agar terjaga dari bentuk asalnya,” katanya.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang bersama Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Provinsi Aceh gelar Focus Group Discassion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun tentang Inventarisir Cagar Budaya Batu Nisan di Tanah Bumi Muda Sedia.
Degradasi ‘paradigma’ dan apatisnya masyarakat terhadap pelestarian benda yang bersifat Cagar tergerus seiring waktu dan pudar secara perlahan jika tidak dikendalikan serta disikapi dengan bijak.
Secuil espektasi yang masih tersisa, menyikapi persoalan tersebut. Agar keberadaan Cagar Budaya dapat diselamatkan dari ‘ambigunya’ bala apatisme teknologi.
Begitu; mediaaceh.co.id mengutip percakapan singkat dengan Kepala Bidang (Kabid) Budaya Disdikbud Pemkab Aceh Tamiang. Mustafa Kamal, S.Pd. MM. Sabtu, 23 September 2023 di Kualasimpang.
Dijelaskan Mustafa, Diskusi Kelompok Terpumpun tersebut di mulai pada pukul, 08:30 WIB di Teko Cafe. Bilangan jalan lintas negara Banda Aceh – Medan, kecamatan Karang Baru. Jum’at, 22 September 2023. “Banyak hal yang kami diskusikan, mencari formula penyelamatan Cagar Budaya. Agar tak sirna ditelan oleh waktu,” jelasnya.




