“Nge kemel bebasa Gayo (sudah malu berbahasa Gayo), padahal ini bahasa asli urang Gayo,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menggiatkan penggunaan bahasa Gayo, baik di rumah maupun di luar rumah. Sebagai wujud komitmen bersama, ia menghimbau seluruh kepala sekolah dan guru untuk mengadakan hari penggunaan bahasa Gayo di sekolah setiap hari Kamis.
Dalam suasana penuh semangat, Ruhdi juga mengucapkan selamat kepada para pemenang, khususnya mereka yang akan menjadi duta Kabupaten Aceh Tengah di tingkat provinsi.
“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum berhasil, teruslah belajar dan perbanyak perbendaharaan bahasa Gayo,” tutupnya dengan diiringi sorak sorai hadirin.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang sebagai berikut:
Jenjang SD/MI
Pidato: Juara 1 – Husna Bien Baillah (MIS Muhammadiyah), Juara 2 – Sakhia (SDN 8 Bebesen), Juara 3 – Kayla Alesha (SDN 8 Kebayakan)
Puisi Gayo: Juara 1 – Windi Simahbengi (SDN 3 Lut Tawar), Juara 2 – Aira Zalfa (SDN 8 Kebayakan), Juara 3 – Syuja Alghaisa (SD Cendikia)
Beke Keberen: Juara 1 – Putri Alkhansa (SD IT Almanar), Juara 2 – Danisa Quensi (SDN 9 Lut Tawar), Juara 3 – Jiha Azzira (MIS Muhammadiyah)




