“Dengan BLT ini mungkin bisa mengurangi dampak keterpurukan yang selama ini dirasakan oleh masyaarakat, terutama itu kita sepakat dengan adik-adik mahasiswa bahwa kenaikan harga BBM ditinjau ulang” kata Suprianto.

Sementara Fadlon, menyikapi bahwa; masalah kenaikan harga BBM, DPRK sudah sepakat dengan Adik-adik mahasiswa, harus ditinjau lagi. Mengingat kindisi masyarakat hari ini sedang terpuruk.
Pun begitu ada mekanismenya, DPRK menyuarakan itu dari tingkat provinsi sampai ke pusat, agar rekomendasi penolakan sesuai dengan protap dan regulasinya.
“Kita [DPRK] siap menerima masukan dan saran dari adek-adek mahasiswa sebagai bentuk rekimendasi yang harus segera ditindaklanjuti kejenjang provinsi dan pusat,” Kata Fadlon.
Paling dirasa dampak kenaikan harga BBM adalah masyarakat. “Dan kita sangat menghargai saran dan pendapat adek-adek dari mahasiswa. Kami siap menyampaikan apa yang menjadi permasalahan kita hari ini”.

Sedangkan Ketua Komisi 3, Irwan Effendi, mengatakan; DPRK sangat open kepada siapapun yang ingin melaporkan permasalahan, apalagi yang menyangkut dengan kepentingan masyarakat.




