“Apabila hasilnya positif, maka pada pertengahan tahun ini akan dimulai proses pembebasan lahan sekaligus pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Untuk tahap konstruksi, direncanakan dimulai pada tahun depan,” ujar Pitri menyampaikan keterangan direktur.
Sementara itu, perwakilan pemilik lahan, Minto (63), yang juga mantan kepala kampung Cekal, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia mengatakan bahwa proyek ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan pembangunan segera terealisasi. Ini sangat penting untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah kami,” ungkapnya.
Menurut Minto, manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik lahan yang menerima ganti rugi, tetapi juga masyarakat luas. Ia menyebutkan potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terbukanya peluang usaha, serta lapangan kerja bagi generasi muda.
“Termasuk pelaku UMKM dan para ibu rumah tangga yang bisa membuka usaha kuliner di sekitar area proyek,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Reje Kampung Cekal, Issunaryawan. Ia menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk keseriusan dan dukungan penuh masyarakat terhadap pembangunan PLTA Peusangan 4.




