Di Garis Depan Banjir Tamiang, ‘Ujian Kepemimpinan Armia Pahmi’

Peran sentral dalam fase ini dipegang oleh Kepala Pelaksana BPBD, Iman Suhery.

Ia bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh operasi, mulai dari evakuasi, pendataan, hingga distribusi bantuan.

Pendataan penyintas menjadi prioritas utama. Dalam kondisi darurat, data sering kali tidak akurat. Namun BPBD berupaya menjaga akurasi melalui sistem pencatatan manual yang terstruktur.

BACA JUGA...  DARI LUMPUR KE HARAPAN; JALAN PANJANG PEMULIHAN ACEH TAMIANG

Setiap pengungsi dicatat identitasnya, kondisi kesehatannya, serta kebutuhan khususnya. Data ini menjadi dasar dalam penyaluran bantuan.

Di sisi lain, dapur umum mulai beroperasi. Tenaga medis dikerahkan ke posko-posko pengungsian. Penyakit yang paling diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit.

Distribusi logistik dilakukan secara bertahap. Prioritas diberikan kepada wilayah yang paling sulit dijangkau.

BACA JUGA...  TERCEPAT BANGKIT DARI BANJIR

Dalam fase ini, koordinasi antarinstansi menjadi krusial. BPBD bekerja sama dengan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta relawan.

Logistik dan Tantangan Distribusi

MASUK hari keempat dan seterusnya, tantangan bergeser dari evakuasi ke distribusi logistik.

Bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan provinsi. Namun distribusinya tidak selalu mudah.

Banyak akses jalan yang rusak. Beberapa wilayah hanya bisa dijangkau melalui jalur air. Cuaca yang belum stabil juga menjadi kendala.