TERCEPAT BANGKIT DARI BANJIR

[Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

“Pemulihan bukan sekadar membangun kembali rumah, tetapi memulihkan rasa aman masyarakat. Pemerintah harus hadir dan bekerja terukur.”

[Armia Pahmi].

“Kecepatan itu penting, tapi harus berbasis sistem. Tanpa data yang presisi, pemulihan hanya akan menimbulkan masalah baru.”

[Iman Suhery].

  • Di Balik Strategi Armia Pahmi dan Iman Suhery Menjadikan Aceh Tamiang Pilot Project Pemulihan Bencana
BACA JUGA...  Asra Lantik Tri Kurnia Jadi Penjabat Sekda Aceh Tamiang

MALAM KETIKA AIR DATANG

AIR NAIK PELAN, lalu tiba-tiba menjadi ancaman. Hujan deras mengguyur kawasan hulu, sungai meluap, dan dalam hitungan jam sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tamiang berubah menjadi genangan luas. Rumah-rumah terendam.

Jalan penghubung antarkecamatan terputus. Warga bergegas menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan itu, pola lama kebencanaan Indonesia biasanya muncul [koordinasi lambat, data simpang-siur, bantuan tersendat di meja administrasi. Namun kali ini, Aceh Tamiang memilih jalur berbeda].

BACA JUGA...  GERAK CEPAT LINDUNGI WARGA DARI ANCAMAN DBD

Bupati Armia Pahmi menetapkan status tanggap darurat dalam waktu relatif cepat. Di saat bersamaan, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengaktifkan sistem komando penanganan darurat berbasis regulasi.

Langkah awal itu menjadi fondasi yang kemudian membuat pemulihan Aceh Tamiang disebut-sebut sebagai salah satu yang tercepat di Aceh.